Pacaran Haram!! Cara Mengenali Calon Istri Tanpa Pacaran

Dalam Islam, pacaran adalah hal yang dilarang, tetapi timbul pertanyaan, bagaimana seseorang bisa mengenal calon istri kalau tidak pacaran? Islam lalu menjawab, ada 3 cara dalam Islam mengenal calon istri tanpa pacaran.
1. Melihat sesuatu yang menarik dari calon pasangan kita
Sumber: leladies.com
Yang pertama adalah melihat sesuatu yang menarik dari calon pasangan kita dan tolak ukurnya hanya wajah dan punggung telapak tangan saja.Ulama fikih mengatakan, bahwa wajah memberikan gambaran dari kepala sampai ke perutnya, dan punggung telapak tangan memberikan gambaran dari kemaluan sampai ke kakinya.
Cara ini dilakukan untuk melihat gambaran tubuh atau fisik calon pasangan tersebut baik atau buruk.
2. Mengenali keluarga calon pasangan
Sumber: kisahhikmah.com
Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam mengenali keluarga calon pasangan.
  • Keluarga ayah dari calon pasangan kita akan mewariskan fisik kepada anak keturunan kita nanti. Contoh: keluarga ayah calon pasangan tampan, tinggi, gagah, maka secara garis besar, fisik keturunan kita tidak jauh beda dari keluarga ayah calon pasangan.
  • Keluarga ibu calon pasangan kita akan mewarisi sifat atau karakter kepada anak keturunan kita nanti. Contoh: keluarga ibu calon pasangan kita baik, sopan, ahli ibadah, maka sifat atau karakter keturunan kita nanti tidak jauh beda dari keluarga ibu calon pasangan.
3. Mengenali lingkunganya
Dengan mengenali lingkungan calon pasangan, kita juga bisa mengenali sifat dan karakter pasangan kita. Contoh: pasangan kita sering mendatangi kajian-kajian ilmu, kuliah di perguruan tinggi Islam, bekerja di perusahaan yang baik, maka dapat dipastikan calon pasangan kita adalah orang baik dan layak untuk kita nikahi, begitu sebaliknya.
Demikian 3 tips mengenal calon istri tanpa pacaran. Semoga bermanfaat.

Inilah!! Golongan Orang-Orang yang Celaka Karena Puasa Ramadhan.

Sesungguhnya setiap ibadah membawa dua potensi yang senantiasa beriringan satu sama lainnya. Satu sisi sebuah ibadah kemungkinan bakal jadi ladang pahala yang bakal kami panen di kampung akhirat nanti. Tapi sisi lain, terkecuali kami tidak mencukupi syarat, adab dan rukunnya mampu jadi sebuah ibadah justru jadi fitnah bagi kami di hari akhir nanti. Naudzu billah min dzalik...

Contoh yang paling tahu didalam persoalan ini terdapat didalam sebuah ayat yang udah sama-sama kami hafal bersama, didalam surat al-Maun disebutkan ancaman Allah SWT kepada orang-orang yang shalat. Allah berfirman didalam kitabnya yang mulia: “ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya” (QS Al-Maun: 3) 

Golongan Orang-orang yang Celaka Akibat Puasa Ramadhan

1. Orang Yang Berpuasa Tanpa Niat.
Rasanya jadi penting bagi kami untuk tahu mengapa orang yang berpuasa mampu mendapat kecelakaan yang sedemikian tidak baik semacam itu. Setidaknya ada empat kesalahan orang berpuasa yang mampu menjerumuskan mereka didalam dosa dan kehinaan, mari bersama dengan merenungkannya.

Rasulullah SAW bersabda didalam hadits yang udah sangat kondang di telinga kami : Innamal a’maalu binniyaaat. Yaitu : Sesungguhnya setiap amal bergantung terhadap niatnya ....( HR Muttafaqi Alaih). 
http://pa-nurulislam.blogspot.co.id

Maka berpuasa tanpa keikhlasan ibaratnya surat perjanjian tanpa stempel dan materai, jadi tidak berlaku dan sia sia begitu saja. Pertanyaannya adalah, puasa seharusnya melatih orang untuk ikhlas, karena ia merupakan ibadah antara seorang hamba dan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda : 
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda: “Semua amal manusia adalah miliknya, terkecuali puasa, sebetulnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang bakal memberi tambahan balasannya, (H.R. Bukhari). 

Tapi sungguh sayang sekali, ternyata tetap ada yang ternoda keikhlasannya didalam berpuasa karena godaan riya, harta maupun kecenderungan diri pribadi. Puasa diliputi riya, karena dambakan dianggap, dihargai dan dipuji orang lain sebagai orang yang berpuasa.
Bisa jadi karena ewuh pakewuh bersama dengan mertua, atau takut bersama dengan pimpinan di kantor, atau kemungkinan dambakan eksis di tengah rekan sejawat. Semua itu sungguh meluruhkan pahala puasa yang mulia. 

Ada pula orang yang berpuasa karena mengincar harta, kemungkinan saja ini lebih banyak berjalan terhadap anak-anak kami yang dambakan hadiah dari para orangtua waktu lebaran nanti, karena mampu selesaikan puasa bersama dengan sempurna. 
Selain itu, ada terhitung yang berpuasa bersama dengan bersemangat, bukan karena kewajiban semata namun terhitung karena keinginan pribadi untuk diet dan turunkan berat badan. Sungguh ini semua terkecuali tidak dihapus didalam hati, bakal mengotori keikhlasan puasa kita, dan kami terjerumus didalam golongan mereka yang berpuasa tanpa pahala.

2. Orang yang berpuasa tanpa ilmu. 
Tidak tahu mana yang membatalkan dan mana yang tidak. Maka mereka menekuni puasa tanpa aturan, atau tahu tidak bersama dengan seutuhnya benar. Akibatnya, puasa mereka jadi begitu rapuh dan tanpa makna. Menyangka udah melaksanakan perihal yang benar padahal sejatinya salah.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :“seorang faqih (ahli pengetahuan agama) lebih ditakuti syetan dari terhadap seribu pakar ibadah (tanpa ilmu) “. (HR Ibnu Majah).


Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kami bersama dengan tahu seutuhnya hukum-hukum seputarnya. Mari terus membaca, membahas dan bertanya, agar mampu menjalankan semua alur ibadahnya bersama dengan kepercayaan yang nyaris sempurna. 

3. Orang yang berpuasa cuma dari makan minum dan berhubungan badan semata, dan mulai bahwa bersama dengan itu mereka udah mencukupi semua keputusan dan tuntutan puasa. Barangkali kami mesti mengingat lebih didalam petunjuk rasulullah SAW berkaitan didalam persoalan ini: “Barang siapa yang tidak meninggalkan berbicara dusta dan beramal kedustaan, maka Allah SWT tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya” (HR Bukhori) 

Mereka didalam persoalan ini berpuasa namun tidak mampu menundukkan nafsu dan emosinya. Maka mereka menodai siang hari ramadhan bersama dengan lisan yang tak terjaga dari ghibah, marah dan berbicara dusta, atau anggota badan yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan.

4. Orang yang menjalankan ibadah puasa bersama dengan penuh kemalasan, didalam arti tidak tahu kemuliaan bulan Ramadhan yang bertaburan berkah. Mereka tidak tahu dan tahu bahwa Ramadhan bukan cuma bulan puasa saja, namun lebih dari itu ia adalah bulan musim kebaikan yang disyariatkan banyak amal kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda berkenaan bulan mulia ini : “(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) hingga berakhirnya ramadhan (HR Imam Ahmad) 

boombastis.com

Golongan ini berpuasa namun tidak menjalankan tarawih, tilawah dan tadarus. Tidak pula berupaya untuk bersedakah, memberi berbuka terhadap orang yang berpuasa. Atau tidak pula menyempatkan diri untuk i’tikaf dan amal kebaikan secara umum. Mereka cuma berpuasa dan menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari, selanjutnya makan pestapora di malam hari.

Akhirnya, semoga kami terhindar dari peringatan Rasulullah SAW berkenaan mereka yang berpuasa namun sia-sia didalam pahala dan keutamannya. Semoga Allah SWT merawat kami agar tidak terjerumus didalam empat golongan mereka yang berpuasa namun celaka. Wallahu a’lam bisshowab 

Followers